Evaluasi Teori "Instalasi Video Game"

Evaluasi Teori Instalasi Video Game

Soal untuk Kelas XII TAV 1, XII TAV 2 dan XII TAV 3

Jawab Pertanyaan Berikut:
1. Tuliskan nama bagian-bagian utama pada Konsol Game Playstation!
2. Apa fungsi Processor Emotion Engine dan Graphics Synthesizer? Jelaskan !
3. Sebutkan 2 macam Memori yang digunakan pada Rangkaian Play Station 2 (ada didalam Konsol) dan berikan sedikit penjelasannya !
4. Apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki Konsol Play Station bila tidak bisa membaca Game CD/DVD? Jelaskan !

Instalasi CCTV

Instalasi CCTV

Selasa, 26 Februari 2013

Ujikom TAV SMKN 3 Kuningan 2013

Kegiatan Uji Kompetensi Kejuruan (Ujikom) TP. 2012-2013 di Teknik Audio Viddeo (TAV) SMKN 3 Kuningan pada hari ke-2.

Setiap siswa mendapat Tugas yang harus diselesaikan dalam waktu 3 hari berupa Pembuatan Rangkaian Speaker Aktif OCL 150W.

Hari pertama membuat PCB, hari ke-2 Pemasangan Komponen, Menyolder dan Menguji Rangkaian, hari ke-3 melakukan pengukuran.

Berikut beberapa foto pada hari ke-2 tsb.








Oleh: Rudy H

Selasa, 22 Februari 2011

Pelaksanaan Ujikompetensi Kejuruan TAV

Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video TP. 2010-2011 dilaksanakan mulai anggal 16 Pebruari sampai dengan 1 Maret 2011. Diikuti 94 siswa dengan mengambil Soal Paket 1.

Berikut beberapa foto kegiatan pada hari Rabu/23 Pebruari 2011:













Selasa, 23 November 2010

Membangun Sistem CCTV Sendiri

Kamera Dome

Kamera Dome

Menurut sejarah di WIki CCTV (Closed-circuit television), Pertama kali sistem dipasang oleh Siemens AG pada Test Stand VII di Peenemünde, Jerman pada tahun 1942, untuk mengamati peluncuran V2-rockets. dan tercatat seorang insinyur Jerman bernama Walter Bruch bertanggung jawab atas desain dan pemasangan sistem.

Kenapa sekarang banyak digunakan dan seakan menajdi kebutuhan, antara lain menurut saya :

  • Kamera menjadi kebutuhan anda yang punya ruang usaha atau gedung / kantor, untuk keamanan dan kenyamanan.
  • Sistem kamera bisa bekerja 24 jam tanpa kenal lelah
  • Bisa dibangun secara mudah sesuai dengan kebutuhan dan budget yang ada.
  • Bisa diatur /konfigurasi sesui keinginan (tergantung software)

Komponen Sistem secara sederhana :

  • Kamera : banyak standar antara lain : Analog video, Koneksi dengan USB, Koneksi IP (LAN), Koneksi dengan Wireless. Jenis anda yang untuk aplikasi Indoor atau outdoor.
  • Sistem Pengkabelan : Sesuai dengan jenis kamera misal : Coaxial, UTP, kabel USB.
  • Konektor sesuai jenis kabel/kamera : RJ 45, BNC.
  • Interface sesuai dengan jenis kameranya : Analog, USB, LAN atau WiFi.
  • DVR (Digital Video recorder) biasanya sudah termasuk software dan interface untuk ke kamera.
  • atau PC yang dipasangi Software + interface yang sesuai. Software yang bisa digunakan antara lain : Video Cam Server (http://forum.raybase.com), WebCam Recorder (http://solentsoftware.com)
  • Layar Monitor /LCD atau VGA tergantung kebutuhan.
  • Sistem pendukung : Mounting Kamera

Jika anda menggunakan untuk pemantauan jarak jauh bisa menggunakan tambahan peralatan antara lain :

  1. IP Kamera : Kamera yang mempunyai koneksi langsung dengan LAN (berbasis IP)
  2. Wireless Camera : kamera berbasis IP yang buildin dengan wireless, sebenarnya jenis ini merupakan IP camera yang sudah mempunayi koneski ke wireless (Access Point)
  3. Access point + Antenna : yang digunakan untuk mentrasnmisikan sinyak melalui gelombang radio (wireless)
  4. Power Supply + Solor Cell

Tips penempatan Kamera :

  • Tidak mencorok, coverage area pantau yang cukup
  • Lokasi yang aman, tidak mudah dijangkau dengan tangan kosong
  • Jika perlu bisa disamarkan, misalnya diletakkan di dalam kaca dua sisi (tapi saya tidak disarankan untuk hidden camera) :)

Saat ini di kota Jogja kadang sudah macet dan kadang macet sekali, jalan beberapa ruas sangat sempit, jumlah (volume) kendaraan semakin membludak. Ternya di Jogja ada kamera yang dipasang di jalalan antara lain :

  • Antara lain Per-Empatan Mirota UGM
  • Perempatan Tugu
  • Pertigaan IAIN (UIN Sunan Kalijaga)
  • Ring roud Utara

Siapa yang punya, mungkin ada yang lebih mengetahui?? Bisa jadi diantara institusi berikut ini :

  • Traffic Manajemen Center
  • Departemen Perhubungan, atau
  • Kepolisian atau
  • perusahaan jasa yang lain.
Belum dilakukan konfirmasi, namun spesifikasi dari yang terlihat (nampak mata), antara lain :

  • Menggunakan Kamera DOM (mirip lampu)
  • Koneksi ke jaringan Menggunakan Wireless + Antena grid
  • Power Supply menggunakan Listrik dan Solar Cell
  • Konstruksi menggunakan Tiang tunggal, dengan ditarik spaner
Sumber: http://imm.web.id/2009/01/membangun-sistem-cctv-sendiri

Kamis, 18 Februari 2010

Televisi digital di Indonesia

Keberadaan TV Digital di Indonesia

Hampir semua stasiun TV penyiaran baik TVRI maupun TV swasta nasional telah memanfaatkan sistem teknologi penyiaran dengan teknologi digital khususnya pada sistem perangkat studio untuk memproduksi program, melakukan penyuntingan, perekaman dan penyimpanan data. Pengiriman sinyal gambar, suara dan data telah menggunakan sistem transmisi digital dengan menggunakan pemancar. Sistem transmisi digital melalui pemancar ini menggunakan standar yang disebut DVB-T (Digital Video Broadcasting Terestrial).

Uji Coba TV Digital

Dari hasil uji coba siaran digital TV, teknologi DVB-T mampu memultipleks beberapa program sekaligus. Enam program siaran dapat dimasukkan sekaligus ke dalam satu kanal TV berlebar pita 8 MHz, dengan kualitas cukup baik. Di samping itu, penambahan varian DVB-H (handheld) mampu menyediakan tambahan sampai enam program siaran lagi, khususnya untuk penerimaan bergerak (mobile). Hal ini sangat memungkinkan bagi penambahan siaran-siaran TV baru.

Sistem penyiaran TV Digital adalah penggunaan apliksi teknologi digital pada sistem penyiaran TV yang dikembangkan di pertengahan tahun 90 an dan diujicobakan pada tahun 2000. Pada awal pengoperasian sistem digital ini umumnya dilakukan siaran TV secara Simulcast atau siaran bersama dengan siaran analog sebagai masa transisi. Sekaligus ujicoba sistem tersebut sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV Digital yang paling ekonomis sesuai dengan kebutuhan dari negara yang mengoperasikan.

Frekuensi TV Digital

Secara teknik pita spectrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital sehingga tidak perlu ada perubahan pita alokasi baik VHF maupun UHF (Ultra High Frequency). Sedangkan lebar pita frekuensi yang digunakan untuk analog dan digital berbanding 1 : 6 artinya bila pada teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka pada teknologi digital dengan lebar pita frekuensi yang sama dengan teknik multiplek dapat digunakan untuk memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus dengan program yang berbeda tentunya.

Selain ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, TV digital perlu ditunjang oleh sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama atau SFN (single frequency network) sehingga daerah cakupan dapat diperluas. Produksi peralatan pengolah gambar yang baru (cable, satellite, VCR, DVD players, camcorders, video games consoles) adalah dengan menggunakan format digital. Untuk itu supaya pesawat analog masih dapat dipakai diperlukan inverter (set top box) yang dapat merubah signal digital ke analog sehingga dapat dilihat dengan menggunakan TV receiver biasa

Kelebihan Frekuensi TV Digital

Teknologi digital efisien dalam pemanfaatan spektrum. Ada satu penyelenggara televisi digital meminta spektrum dalam jumlah yang cukup besar artinya tidak cukup hanya 1 (satu) kanal carrier melainkan lebih. Hal ini disebabkan dalam penyelenggaraannya nanti penyelenggara hanya akan berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan yaitu untuk mentransfer program dari stasiun-stasiun televisi lain yang ada di dunia menjadi satu paket layanan sebagaimana penyelenggaraan televisi kabel berlangganan yang ada saat ini.

Meningkatnya penyelenggaraan televisi dimasa depan dapat diantisipasi dengan suatu terobosan kebijakan dalam pemanfaatan spektrum frekuensi, misalkan penyelenggara televisi digital hanya berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital, sedangkan programnya dapat diselenggarakan oleh operator yang khusus menyelenggarakan jasa program televisi digital (operator lain). Dari aspek regulasi akan terdapat izin penyelenggara jaringan dan izin penyelenggara jasa sehingga dapat menampung sekian banyak perusahaan baru yang akan bergerak dibidang penyelenggaraan televisi digital. Dengan demikian akan dapat dihindari adanya monopoli penyelenggaraan televisi digital di Indonesia.

Karakteristik Sistem Penyiaran TV Digital Terestrial

Karakteristik Sistem Penyiaran TV Digital yang ada di Indonesia dibagi berdasarkan kualitas penyiaran, manfaat dan keunggulan TV Digital tersebut. TV Digital dalam perkembangannya memiliki karakteristik yang berbeda di tiap wilayah(area) penyiaran. Oleh karena itu, karakteristik sistem penyiaran TV Digital akan sama apabila berada di radius yang sama.

Kualitas Penyiaran TV Digital

Kualitas gambar dan warna yang dihasilkan jauh lebih bagus daripada televisi analog. Desain dan implementasi sistem siaran TV digital terutama ditujukan pada peningkatan kualitas gambar. Terdapat dua aspek yang berbeda dan memerlukan kompromi dalam hal ini. Pada satu sisi, teknologi TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi sangat tinggi, tetapi pada sisi lain memerlukan tersedianya kanal dengan laju sangat tinggi, mencapai belasan Mbps. Di sisi lain, sistem TV digital juga diharapkan mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, walaupun pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi.

Manfaat Penyiaran TV Digital

  • Pemirsa juga dapat memilih sendiri kapan akan menonton, remote tidak lagi untuk memilih saluran tapi juga untuk melihat simpanan program, (siaran interaktif). Televisi yang menjadi siaran interaktif akan lebih memudahkan pemirsanya untuk mencari-cari program yang dia sukai. Tidak ada lagi prime-time karena saat itu pemirsa dapat mencari program lain yang dibutuhkan.
  • Penerimaan mobile, efisiensi kanal frekuensi, dan potensi jasa tambahan seperti TV-Interaktif dan layanan data-casting.
  • Aplikasi teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan multimedia lainnya serta integrasi dengan layanan interaktif seperti Video on Demand (VoD), Pay Per View (PPV), bahkan layanan komunikasi dua arah seperti teleconference

Keunggulan TV Digital

  • Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap noise dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code). Sinyal digital bisa dioperasikan dengan daya yang rendah (less power).
  • Pada transmisi digital menggunakan less bandwidth (high efficiency bandwidth) karena interference digital channel lebih rendah, sehingga beberapa channel bisa dikemas atau "dipadatkan" dan dihemat. Hal ini menjadi sangat mungkin karena broadcasting TV Digital menggunakan sistem OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang tangguh dalam mengatasi efek lintas jamak (multipath fading). Kemudian keuntungan lainnya adalah bahwa sinyal digital bisa dioperasikan dengan daya yang rendah (less power).
  • Migrasi dari era analog menuju era digital memiliki konsekuensi tersedianya saluran siaran yang lebih banyak. Tidak ada lagi antrian ataupun penolakan izin terhadap rencana pendirian televisi nasional maupun lokal karena keterbatasan frekuensi. Televisi digital pun dapat digunakan layaknya browser internet, sehingga sangat integratif fungsinya.
  • Penyiaran TV Digital Terrestrial bisa diterima oleh sistem penerimaan TV Fixed dan penerimaan TV Bergerak. Kebutuhan daya pancar tv digital juga lebih kecil dan ketahanan terhadap interferensi dan kondisi lintasan radio yang berubah-ubah terhadap waktu (seperti yang terjadi jika penerima TV berada di atas mobil yang berjalan cepat), serta penggunaan bandwidth yang lebih efisien.

Transisi ke TV Digital

Pesawat TV analog tidak akan bisa menerima sinyal digital, maka diperlukan pesawat TV digital yang baru agar TV dapat menggunakan alat tambahan baru yang berfungsi merubah sinyal digital menjadi analog. Perangkat tambahan tersebut disebut dengan decoder atau set top box (STB). Proses perpindahan dari teknologi analog ke teknologi digital akan membutuhkan sejumlah penggantian perangkat baik dari sisi pemancar TV-nya ataupun dari sisi penerima siaran.

Awal Transisi ke TV Digital

Pada saat pemerintah memulai siaran digital yang berbasis terrestrial perlu dilakukan proses transisi migrasi dengan meminimalkan risiko kerugian khusus yang dihadapi baik oleh operator TV (Broadcasters) maupun masyarakat. Resiko kerugian khusus yang dimaksud adalah informasi program ataupun perangkat tambahan yang harus dipasang. Bila perubahan diputuskan untuk dilakukan maka perlu dilaksanakan melalui masa ‘Simulcast’, yaitu masa dimana sebelum masyarakat mampu membeli pesawat penerima digital dan pesawat penerima analog yang dimilikinya harus tetap dapat dipakai menerima siaran analog dari pemancar TV yang menyiarkan siaran TV Digital.

Alasan Transisi TV Digital

Masa transisi diperlukan untuk melindungi puluhan juta pemirsa (masyarakat) yang telah memiliki pesawat penerima TV analog untuk dapat secara perlahan-lahan beralih ke teknologi TV digital dengan tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini. Selain juga melindungi industri dan investasi operator TV analog yang telah ada, dengan memberi kesempatan prioritas bagi operator TV eksisting.

Keuntungan memberikan prioritas kepada operator TV eksisting adalah mereka dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun, seperti studio, tower, bangunan, SDM dan lain sebagainya. Selain itu karena infrastruktur TV digital terrestrial relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan infrastruktur TV analog, maka efisiensi dan penggunaan kembali fasilitas dan infrastruktur yang telah dibangun menjadi sangat penting.

Akibat Transisi ke TV Digital

Untuk membuka kesempatan bagi pendatang baru di dunia TV siaran digital ini, maka dapat ditempuh pola Kerja Sama Operasi antar penyelenggara TV eksisting dengan calon penyelenggara TV digital. Sehingga di kemudian hari penyelenggara TV digital dapat dibagi menjadi "network provider" dan "program / content provider".

Jika kanal TV digital ini diberikan secara sembarangan kepada pendatang baru, selain penyelenggara TV siaran digital terrestrial harus membangun sendiri infrastruktur dari nol, maka kesempatan bagi penyelenggara TV analog eksisting seperti TVRI, 5 TV swasta eksisting dan 5 penyelenggara TV baru untuk berubah menjadi TV digital di kemudian hari akan tertutup karena kanal frekuensinya sudah habis.

Model Bisnis Penyiaran TV Digital Kedepan

Perspektif bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran di era digital juga mengalami perubahan yang sangat berarti baik dari pemanfaatan kanal maupun teknologi jasa pelayanannya. Pada pemanfaatan kanal frekuensi akan terjadi efisiensi penggunaan kanal yang sangat berarti. Satu kanal frekuensi yang saat ini hanya bisa diisi oleh satu program saja nantinya akan bisa diisi antara empat sampai enam program sekaligus. Sepuluh program siaran TV-swasta Nasional saat ini yang menduduki juga 10 kanal di UHF (Ultra High Frequency) hanya menduduki 2 atau 3 kanal saja.

Disisi lain pendudukan kanal-kanal saat ini untuk sistem tranmisi analog juga tidak hemat karena antara kanal yang berdekatan harus ada 1 kanal kosong sebagai kanal perantara. Kanal perantara ini tidak ada disistem digital dan kanal frekuensi di sistem digital bisa dimanfaatkan secara berurutan. Bentuk jasa pelayanan sistem penyiaran digital secara blok jaringan juga akan terpisah-pisah yaitu mulai dari penyedia program (content creators) kemudian akan dikirim ke content agregators yang berfungsi sebagai pendistribusi program yang kemudian program itu diubah dalam bentuk format MPEG2 atau MPEG4. Lalu dikirim ke ‘MPEG2 multiplexer providers’ dan kemudian disalurkan ke berbagai pemirsa melalui jaringan pemancar TV Digital oleh ‘transport providers’.

Masing-masing bentuk jasa pelayanan di atas bisa membentuk badan usaha yang disesuaikan dengan kompetensi jasa pelayanan tersebut. Bentuk jasa pelayanan dalam model bisnis Penyiaran TV Digital dapat digambarkan pada Gambar 1.

Dengan pemisahan ini maka masing-masing bisa lebih terkonsentrasi pada bidang bisnisnya sendiri sehingga masyarakat pemirsa TV akan memperoleh kualitas pelayanan yang lebih beragam dan tentunya lebih baik. Pada sistem penyiaran TV Digital dimungkinkan munculnya jasa-jasa layanan baru seperti informasi-informasi laporan lalu lintas, ramalan cuaca, berita, olahraga, pendidikan, bursa saham, kesehatan dan informasi-informasi layanan masyarakat lainnya. Para penyedia content hanya terkonsentrasi pada isi program saja dan tidak perlu mengurus penyiapan infrastruktur jaringan dan pengoperasiannya. Penyedia content hanya membayar sewa jaringan transmisi saja atau bisa dijual kepada content distributor

Diposting oleh: Rudy Hermawan, ST

Sumber Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Selasa, 02 Februari 2010

Perkenalan Digital Home Recording

Akhir – akhir ini jumlah band-band Indonesia semakin membeludak. Salah satu faktornya adalah karena semakin mudahnya kesempatan band-band ini untuk merekam lagu-lagu mereka. Nggak seperti jaman dulu, studionya masih dikit, mahal, perlengkapannya analog, jadi kalau ada kesalahan saat recording ya mulai dari awal lagi.

Pada jama modern ini, banyak alternatif untuk merecord karya-karya kita. Dari yang paling mahal : Rekaman di studio professional, dan yang paling murah : Rekaman sendiri di tape compo.

Salah satu alternatif yang banyak digunakan adalah, Digital Home Recording. Jadi intinya kita membuat studio rekaman di rumah kita sendiri, dengan peralatan yg minim.

Peralatan yang di butuhkan :

  • Komputer / Laptop *
  • Sound Card External (optional)
  • Alat musik
  • Kabel
  • Speaker
  • Headset
  • Software Sound Recording
  • Software2 pendukung lainnya, seperti Drum Maker dsb…

Langkah-langkah yang harus dilakukan:

  1. Install software buat recordingnya, kalau ada install juga software pendukungnya seperti fruity loop (bisa membuat music digital dari situ)
    Contoh software buat recording : Nuendo, Cubase, Adobe Audtion / Cool Edit Pro.
  2. Kalo punya Sound Card yang bagus, install juga driver-nya biar bisa di gunakan.
    Sound Card itu optional saja, tergantung kemampuan keuangan. Harganya bisa jutaan.
    Kenapa? Semakin bagus sound card, maka sound yang di hasilkan baik dari input maupun untuk output akan baik. Juga dalam proses rendering musik.
    Terus kalau memakai sound card yang sudah ada dalam komputer/laptop? Ya, nggak apa-apa, cuma masalah kualitas saja.
  3. Kalau sofware sudah diinstal semua, siapkan alat-alat musiknya beserta kabelnya.
    Kabel sesuaikan dengan output alat musik kita dan input di laptop/komputer.
  4. Setting jalur input kita untuk rekaman. Ajust Audio Properties => Audio =>Sound Recording => Valome.

Pilih jalur yang akan digunakan.

  1. Hubungkan alat musik dengan komputer/laptop.
  2. Buka software rekamannya.
  3. Buat track baru, pilih mode record.
  4. Aktifkan Metronome.
  5. Atur tempo.
  6. RECORD!!!
  7. Main kan musik yang sudah kita buat tersebut.
  8. Kalau mau nambah track. Tambah track lagi, pilih mode record.
  9. Ulangi langkah ke 7.

Nah, setelah proses yang biasa dinamakan ngetrack tadi, kita bisa langsung nge mix semua track, atau di atur sedemikian rupa dulu agar balance baru di mix. Proses setelah nge-balance-in semua track adalah mastering. Disitu kita bisa ngasih warna musik, soundnya kayak gimana, dsb…

Nah kalau mau agak bagusan, sebaiknya hasil nge-track kita, kita serahkan ke orang yang lebih professional. Biar di atur sedemikian rupa supaya balance dan lebih standar. Paling tidak kita sudah menghemat biaya menyewa studio

Bagi yang kesulitan recording Drum

Recording Drum nggak harus dari drum asli. Bisa pake software kayak FL (Fruity Loop), Reason, Nuendo, dsb…


Di situ kita bisa mlih drum (suaranya dan settingannya) dari yang sudah di sediakan ataupun mau meng-custom sendiri. Terus, kita bisa membuat note-note drumnya sesuai yang diinginkan. Tidak harus bisa baca not, soalnya yang di tulis bukan not-not balok. Penasaran? Coba saja sendiri.

Selamat Mencoba, siapa tahu bisa mengalahkann Kangen Band

*Info: dulu yang suka home recording sperti ini adalah Sin3ntosca. Satu-satunya anggotanya, si Jalu, biasanya bikin lagu sendiri, di aransemen sendiri, terus di rekam sendiri di kamarnya. Caranya, ya seperti yang di sebutkan di atas

Sumber:

Ardi Imawan’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

http://ardiimawan.wordpress.com/

Ditulis ulang oleh:

Rudy Hermawan, ST

TAV – SMKN 3 Kuningan

http://rudyh-smk3kng.blogspot.com

Transmitter FM mini 88 Mhz-108 Mhz

Di dalam bagian ini di bahas tentang pemancar fm mini, dengan jangkauan siar sekitar 300-400 meter, bila menggunakan tegangan kerja 9 volt maka daya pancar sekitar 300 meter dan bila menggunakan tegangan kerja 12 volt maka jangkauan sekitar 400-450 meter, tergantung dari antena yang anda gunakan

Daftar komponen :
C1 = 0.001uf
C2 = 5.6pf
C3, C4 = 10uf / 16V (ELCO)
C5 = 3-18pf (Adjustable Cap)
R1 = 270 Ohm 1/4W
R2, R5, R6 = 4.7k 1/4W
R3 = 10K 1/4W
R4 = 100K 1/4W
Q1, Q2 = 2N2222A (NPN Transistor) atau 2N3904
L1, L2 = 5 Turn Air Core Coil
MIC = Electret Microphone
9V Battery, PC Board, Wire For Antenna

Untuk l1 dan l2 lilitannya 5 kali lilit, anda dapat menggunakan isi bolpoin untuk melilitnya sehingga rapi dan setelah selesai lepaslah isi bolpoin tsb. c5 digunakan untuk penempatan frekuensi siar. dapat ditala antara 88-108 Mhz, untuk jangkauan lebih jauh gunakan antena pengarah {antena yagi}. silahkan mencoba!!!!

Perbaikan VCD/DVD Player

A. Troubleshooting VCD Player

Bagaimana kalau VCD Player tiba-tiba mati atau nggak berfungsi?

Cari kerusakannya dengan mengikuti langkah-langkah troubleshooting sebagai berikut:

1. VCD Player mati/ led indikator dan layar tidak nyala

- Cek kabel AC (220 V) apa sudah tersambung dengan jala-jala listrik/PLN.
- Cek saklar on/off pada VCD Player.

- Cek sekering/fuse pada VCD Player.
- Cek regulator VCD.

2. Gambar pada TV normal tapi suara tidak ada
- Cek kabel audio yang menuju ke TV, mungkin putus atau kurang connect.
- Cek bagian audio pada VCD, kemungkinan IC penguat rusak,

(ganti IC LM 324 atau JRC 4558).

3. Suara ada tapi gambar tidak ada
- Cek kabel video yang menuju ke TV,mungkin putus atau kurang connect.
- Cek bagian video pada VCD kemungkinan penguat video rusak.

4. Gambar dan suara tidak ada padahal LCD/layar nyala normal
- Cek kabel audio-video yang menuju ke TV, mungkin putus/kurang connect.
- Cek bagian-bagian video dan audio.
- Bersihkan IC penguat video dan audio menggunakan thinner.
- Panasi IC dengan Blower/uap panas.
- Ganti Mpeg VCD.

5. Gambar macet-macet
- Cek optik VCD, bersihkan dengan kapas (cotton buds).
- Ganti kabel optiknya.
- Atur trimpot (Vr) yang ada didekat optik.
- Ganti optik.

6. Kaset tidak bisa keluar
- Kerusakan ada dibagiuan mekanik.
- Cek karet-karet pada mekanik.
- Cek dinamo pada mekanik.
- Cek gigi-gigi pada mekanik,kemudian beri pelumas(grease) pada gigi mekanik tersebut.
- Cek gigi-gigi pada mekanik lagi,apakah ada yang sudah aus.
- Ganti gigi mekanik.
- Ganti mekanik.

B. Tip & trik memperbaiki DVD/VCD Player

Apabila DVD/VCD yg kita pakai sebelumnya lancar-lancar saja, nggak ada angin nggak ada hujan mendadak NO DISK, banyak kemungkinan-kemungkinan yg menjadikan player itu no disk diantaranya :

Langkah 1

Voltase listrik di bawah ketentuan yng tertera di belakang body DVD/VCD Antara 180 — 240V. Kalau ini terjadi kita perlu yg namanya STABILIZER. Harga stabilizer dari mulai Rp.25.000 - Rp.200.000.

Langkah 2

Optical (mata kucing) lemah, berarti kita perlu menggantinya, optical untuk DVD antara Rp.35.000 - Rp.80.000, untuk optic VCD antara Rp.20.000 - 35.000 (blm termasuk ongkos pasang/service. Kalau mengganti optic tidak terlalu lama untuk menggatinya, sekitar 15 menit, termasuk bongkar dan pasang.

Langkah 3

Di karenakan Debu, kalau ini terjadi kita harus membongkar tutupnya dan kita harus memakai yang namanya CUTTON BUDs (korek kuping) tidak di perkenankan memakai cairan kimia dan detergent dengan cara sisi cotton buds ada 2 sisi, sisi yg satu kita basahi dengan memakai air/alcohol, ujung cotton buds kita oleskan di optic tersebut kurang lebih 30 detik, kemudian cotton buds kita balik sisi yng tidak dipakai air itu yg ber fungsi untuk mengelap yg tadi di bersihkan kurang lebih sama 30 detik

Langkah 4 (dari pengalaman service, kalau tidak terpaksa jangan dilakukan)

Di karenakan motor optic macet karena kotoran atau debu halus , kalau ini terjadi kita harus melakukan dengan cara mengebrak player itu kurang lebih 2-3 kali, cara menggebraknya adalah sebagai berikut:

Keluarkan piringan dari dlm payer, Lepas kabel power dari sumber listrk, angkat player dengan tangan kiri dengan sisi terbalik, ayunkan (menggebrak) tangan kanan ke sisi player sebanyak 2-3 kali dengan posisi telapak tangan melebar ke 5 jarinya, menggebraknya jangan terlau pelan dan jangan terlalu keras (tidak di perkenankan memakai alat alat /benda keras).

Langkah 5

Dikarenakan setelan optic kurang pas, kalau ini terjadi kita harus menyiapkan obeng plus(+) degan ukuran kecil, dibelakang optic ada putaran baut coba kita putar kekanan sekitar 2 mm, posisi player harus keadaan OFF/MATI.

Apabila langkah 1-5 tidak membawakan hasil, segeralah bawa DVD/VCD player anda ke service centre atau tempat service terdekat yang ahli dalam bidangnya.